Shahih https://shahih.co Muslim Goods. Sun, 24 Jan 2021 07:17:39 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.6 https://shahih.co/wp-content/uploads/2020/10/cropped-icon-32x32.png Shahih https://shahih.co 32 32 Nikmat Yang Semu https://shahih.co/2021/01/24/nikmat-yang-semu/ https://shahih.co/2021/01/24/nikmat-yang-semu/#respond Sun, 24 Jan 2021 07:17:37 +0000 https://shahih.co/?p=5767 Segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah bersifat sementara, fana dan rusak, begitupun dengan kenikmatan dunia yang kita peroleh dan rasakan semua itu kenikmatan semu.  Rasulullah ﷺ bersabda “Sesungguhnya

The post Nikmat Yang Semu appeared first on Shahih.

]]>
Segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah bersifat sementara, fana dan rusak, begitupun dengan kenikmatan dunia yang kita peroleh dan rasakan semua itu kenikmatan semu. 

Rasulullah ﷺ bersabda “Sesungguhnya harta kekayaan dunia itu bisa menghadirkan kenikmatan bagi seseorang, apabila Dia memperoleh dan menggunakannya dengan cara yang baik dan benar. Namun, jika seseorang memperoleh dan menggunakan harta kekayaan itu dengan tidak baik dan tidak benar, dia seolah menjadi orang yang tak berhenti makan tapi tak pernah kenyang.” (HR Bukhari, Muslim, dan Nasa’i).

Seorang penguasa yang kedudukannya diraih dengan cara yang curang, Ia akan dirundung kecemasan terus merasa khawatir dicopot dari jabatannya, sehingga segala cara Dia lakukan untuk mempertahankan posisi yang didudukinya. 

Betapa banyak orang yang memiliki mobil mewah tetapi dilanda rasa takut, cemas dan gelisah jika mobilnya rusak atau hilang dicuri orang lain.

Ada juga orang kaya yang harus meregang nyawa disebabkan harta kekayaan dan bisnis yang mereka lakukan. Jangan jadikan kenikmatan duniawi sebagai tolok ukur kebahagiaan sehingga segala cara dilakukan untuk memperolehnya.

Dunia bagaikan segelas minuman yang memabukan, orang-orang yang meminumnya akan mati meski masih hidup, akan buta meski masih bisa melihat, akan tuli meski masih bisa mendengar dan akan bisu meski masih bisa bicara.

Gunakan harta kekayaan, jabatan dan kekuasaan yang kita peroleh untuk beribadah dan mengerjakan amal soleh agar dapat meraih ridho Allah سبحانه و تعالى

Sebagaimana diungkapkan oleh Abu Sulaiman Ad-Darani رضي الله عنه

Sungguh beruntunglah orang yang menjadikan dunia sebagai penyambung hubungan antara dirinya dengan Allah, dan celakalah orang yang menjadikan dunia sebagai pemutus hubungan dirinya dengan Allah. 

Jangan habiskan kehidupan kita dengan terus mengejar kenikmatan duniawi yang sementara tanpa didasari motivasi beribadah kepada-Nya.

Menukar keabadian dengan yang fana, raihlah kenikmatan sejati yang abadi, kenikmatan surga dengan iman dan taqwa. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّٰتُ ٱلْفِرْدَوْسِ نُزُلًا () خَٰلِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal didalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya

(Al-Kahfi ayat 107-108)

Jika hidup di dunia memang tidak menjanjikan kebahagiaan abadi nan hakiki, maka kenapa kita tidak mulai merubah orientasi hidup ke arah kampung akhirat yang menyediakan kedamaian nan abadi dan tidak semu.

The post Nikmat Yang Semu appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2021/01/24/nikmat-yang-semu/feed/ 0
Ungkapan Syukur https://shahih.co/2021/01/24/ungkapan-syukur/ https://shahih.co/2021/01/24/ungkapan-syukur/#respond Sun, 24 Jan 2021 06:28:12 +0000 https://shahih.co/?p=5758 Hakikat dari ibadah, sebagai ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Rob-nya, jadi menunaikan ibadah bukan hanya sebatas pelunas hutang dan menunaikan kewajiban saja

The post Ungkapan Syukur appeared first on Shahih.

]]>
Sebuah hadist diriwayatkan Hakim dari Jabir bin Abdillah radhiyallâhu ‘anhu menyebutkan diakhirat nanti ada seorang hamba yang telah beribadah selama 500 tahun, ahli ibadah tersebut pun dipersilahkan Allah سبحانه و تعالى untuk memasuki surga. “Wahai hambaku, masuklah engkau kedalam surga karena rahmatku”, demikian firman Allah dalam hadist kursi tersebut.

Namun ada yang mengganjal dalam hati si ahli ibadah, mengapa Ia  masuk surga lantaran rahmat Allah, bukankah Ia telah beribadah selama 500 tahun ? “Ya Robbi, mengapa aku tidak dimasukan ke surga karena amalku?”.

Allah سبحانه و تعالى pun memperlihatkan nikmat yang telah diberikannya bagi si ahli ibadah, nikmat Allah tersebut ditimbang dengan seluruh amal ibadah yang telah Ia kerjakan, ternyata nikmat penglihatan dari sebelah matanya saja sudah melebihi ibadah 500 tahun si ahli ibadah. Akhirnya si ahli ibadahpun tunduk dihadapan Allah dan menyadari betapa kecil nilai ibadahnya. 

Tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk tidak bersyukur kepada Allah, sebanyak apapun ibadah yang dilakukan tak akan sebanding dengan nikmat dan karunia yang telah diterima dari Allah سبحانه و تعالى

Demikianlah hakikat dari ibadah, sebagai ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Rob-nya, jadi menunaikan ibadah bukan hanya sebatas pelunas hutang dan menunaikan kewajiban saja. 

Rasulullah ﷺ sebagai seorang hamba yang dijamin oleh Allah سبحانه و تعالى untuk masuk surga, diampuni seluruh dosanya yang lalu dan yang akan datang jika ada. Adalah teladan dalam hal bersyukur.

Suatu kali, istri beliau bertanya mengapa suaminya itu selalu shalat tahajud sepanjang malam, bahkan kaki beliaupun sudah bengkak lantaran lamanya berdiri. “Ya Rasulullah, bukankah Allah سبحانه و تعالى telah mengampuni dosamu yang dahulu dan yang akan datang?” demikian Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya.

Aisyah mengisyaratkan buat apalagi susah-susah lagi ibadah, toh Rasulullah ﷺ sudah dijamin Allah masuk surga, seluruh kesalahannya kalaupun ada sudah diampuni oleh Allah, dan Ia adalah mahluk yang paling mulia dimuka bumi. Lalu mengapa Ia masih merepotkan diri dengan ibadah sepanjang malam. 

Bukankah lebih elok jika Aku menjadi hamba Allah yang bersyukur“. Demikian jawab Rasulullah SAW.

Demikianlah Rasulullah mencontohkan hakikat dari ibadah bukanlah sebatas pelunas hutang atau pembersih diri dari dosa.

“Hakikat ibadah bukanlah sebatas pelunas hutang atau pengugur dosa. Ibadah adalah luapan rasa syukur kepada Allah سبحانه و تعالى.”

The post Ungkapan Syukur appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2021/01/24/ungkapan-syukur/feed/ 0
Buah Kesombongan https://shahih.co/2021/01/12/buah-kesombongan/ https://shahih.co/2021/01/12/buah-kesombongan/#respond Tue, 12 Jan 2021 03:00:19 +0000 https://shahih.co/?p=5731 Tak perlu berbangga diri dalam hidup, sombong dalam sikap, dan angkuh dengan yang dimiliki, kecuali kita sudah bisa melihat kedua telinga kita tanpa cermin, atau saat mati, masuk liang lahat sendiri.

The post Buah Kesombongan appeared first on Shahih.

]]>
Al Qur’anul karim banyak memaparkan kisah para pemimpin bangsa-bangsa besar serta kuat dan kemudian dihancurkan leburkan seperti kisah Firaun, Qorun, kaum Ad, Tsamud serta umat Nabi Nuh AS. Mereka semua adalah manusia yang menyombongkan diri kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.

Manusia apapun status dan jabatannya tidak memiliki ruang sedikitpun untuk menjadi sombong, karena secara hakiki manusia adalah mahluk Allah yang diciptakan dari bahan yang hina.

Diciptakan untuk beribadah kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى semata, menjauhi segala larangan-Nya dan menjalankan segala perintah-Nya.

Kemampuan dan kelebihan yang ada pada setiap manusia atau suatu Bangsa tidak lebih dari anugerah Allah yang diamanahkan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya, bukan untuk dibangga-banggakan kemudian menganggap rendah yang lain serta dengan sesuka hati berbuat kerusakan dimuka bumi.

Sebagaimana Firaun telah berbuat brutal terhadap rakyatnya ini tercantum dalam Al-Quran

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.

Al-Baqarah Ayat 49

Atas perbuatan Firaun yang biadab itulah Allah kemudian mengutus Musa sebagai pemberi peringatan, tetapi karena kesombongannya Allah mengutuk Firaun dan menenggelamkannya bersama bala tentaranya.

Firaun menolak seruan Nabi Musa karena gengsi sebagai raja, sementara Musa hanya rakyat biasa.

Dalam hubungan antar sesama manusia, kesombongan juga sering terjadi bahkan setiap hari. Kesombongan seperti ini jika terus dipertahankan akan melahirkan sikap angkuh, keduanya adalah sifat yang sangat berbahaya dan membinasakan.

Luqman al-Hakim memberi nasihat kepada anak-anaknya;

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong, dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi ini dengan angkuh, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri

Luqman Ayat 18

Ancaman bagi mereka yang sombong tidaklah main-main, Allah SWT akan memasukan mereka kedalam neraka jahannam selama-lamanya.

ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong”.

Al-Mu’min Ayat 76

Manusia tidak boleh memelihara kesombongan dalam dirinya, dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman “Kesombongan atau keangkuhan adalah pakaianku, dan keagungan adalah sarungku, barangsiapa merampas salah satu dari keduanya aku lemparkan dia keneraka Jahannam“.

Tak perlu berbangga diri dalam hidup, sombong dalam sikap, dan angkuh dengan yang dimiliki, kecuali kita sudah bisa melihat kedua telinga kita tanpa cermin, atau saat mati, masuk liang lahat sendiri.

Baca juga: Merasa Hebat Adalah Sifat Ujub

The post Buah Kesombongan appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2021/01/12/buah-kesombongan/feed/ 0
Antara Angan dan Harapan https://shahih.co/2021/01/11/antarara-angan-dan-harapan/ https://shahih.co/2021/01/11/antarara-angan-dan-harapan/#comments Mon, 11 Jan 2021 04:02:45 +0000 https://shahih.co/?p=5722 Pada masa Rasulullah ﷺ, antara kaum Muslimin dan ahlil kitab pernah terjadi saling membanggakan diri.  Ahlil Kitab berkata “Nabi kami datang sebelum Nabi kalian, dan kitab kami diturunkan sebelum kitab

The post Antara Angan dan Harapan appeared first on Shahih.

]]>
Pada masa Rasulullah ﷺ, antara kaum Muslimin dan ahlil kitab pernah terjadi saling membanggakan diri. 

Ahlil Kitab berkata “Nabi kami datang sebelum Nabi kalian, dan kitab kami diturunkan sebelum kitab kalian”. Kaum Muslimin berkata “Nabi kami adalah pamungkas para Nabi, dan kitab kami menghapuskan kita terdahulu”.

Lalu diturunkan kepada Rasulullah ﷺ satu ayat dalam Al-Quran;

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ ۗ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.

An-Nisa Ayat 123

Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk tidak terbuai oleh mimpi-mimpi indah atau angan-angan kosong, angan-angan adalah ilusi atau khayalan dan merupakan salah satu alat atau perangkat yang digunakan setan untuk menyesatkan umat manusia. 

Sebagaimana dalam firman Allah

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

An-Nisa Ayat 119

Merunut para ahli tafsir, angan-angan itu tercela dan dikecam oleh agama karena menimbulkan dua keburukan yaitu sifat loba atau tamak dan sifat ingin kekal didunia.

Karena sifat loba, seorang bisa menghalalkan segala ambisi untuk menggapai keinginannya, karena merasa kekal didunia seseorang bisa lupa diri dan tidak perlu bertaubat serta tidak akan berpengaruh baginya petuah ataupun nasihat.

Lain angan-angan lain pula dengan harapan, harapan adalah sikap optimisme menunggu datangnya sesuatu yang dicintai, harapan dibedakan dengan angan-angan dari 4 (empat) aspek:

  1. Harapan menunjuk kepada sesuatu yang mungkin dan bisa terjadi.
  2. Terlihat dengan jelas sebab dan cara-cara bagaimana harapan itu bisa digapai.
  3. Harapan menimbulkan dorongan dan motivasi kerja yang kuat.
  4. Harapan menimbulkan dinamika dan produktivitas dalam hidup, baik dalam berpikir maupun bertindak.

Tanpa memenuhi empat kriteria ini segala bentuk keinginan tidak dapat dinamakan harapan, tetapi lebih tepat dinamakan angan-angan atau khayalan.

Menunjuk pada kriteria tersebut, orang yang menanam benih iman dalam hatinya lantas menyiram dengan air ketaatan, membersihkan diri dari berbagai prilaku tercela serta bersikap konsisten dalam kebaikan, lalu berharap kepada Allah agar ia kelak mendapat rahmat dan pengampunan dari-Nya, maka harapan orang tersebut sungguh merupakan harapan yang terpuji.

Harapan itu bagai lampu, yang membuat kita bisa melihat apa yang ada di depan. Tapi apakah kita sampai atau tidak ke depan, itu tergantung kita mau berjalan atau tidak.

Ust. Acmad Yaman Lc, MA

Sebaliknya orang yang membenamkan diri dalam dosa dan maksiat kepada Allah, tetapi ia berharap memperoleh surga, maka harapannya tentu tertolak.

Rasulullah ﷺ pernah menyebut orang yang berbuat demikian sebagai orang yang bermental kerdil, sabda beliau orang kerdil lagi bodoh adalah orang yang mengikuti dorongan hawa nafsunya tetapi Ia mengharapkan surga dari Allah. 

Jadi kita harus dapat memilih dan memilah mana angan-angan mana harapan. Lalu harapan kalian apa? sebutkan di kolom komentar dibawah ya.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ 

The post Antara Angan dan Harapan appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2021/01/11/antarara-angan-dan-harapan/feed/ 1
Hidup Ini Amanah https://shahih.co/2021/01/05/hidup-ini-amanah/ https://shahih.co/2021/01/05/hidup-ini-amanah/#respond Tue, 05 Jan 2021 10:25:31 +0000 https://shahih.co/?p=5651 Subhanallah.. hanya Allah maha pemilik tunggal alam semesta. Malikul mulk.. pemilik dari semua pemilik, we have but nothing sepertinya kita punya tetapi sebenarnya tidak punya apa-apa. Ya benar kita punya

The post Hidup Ini Amanah appeared first on Shahih.

]]>
Subhanallah.. hanya Allah maha pemilik tunggal alam semesta.

Malikul mulk.. pemilik dari semua pemilik, we have but nothing sepertinya kita punya tetapi sebenarnya tidak punya apa-apa.

Ya benar kita punya istri, punya suami, dirumah juga kita mempunyai anak-anak, ada ayah, ibu, adik, kakak bahkan pembantu. Kita pun punya rumah, punya kendaraan, punya properti dan berbagai hal lainnya yang bersifat materi.

Tapi sungguh atas semua itu pemilik sebenarnya bukan kita, sejatinya ada yang memiliki dan pemiliknya teramat berkuasa dan sangat berhak untuk mengambil atau menghilangkannya sama sekali.

Dialah Allah ‘Azza wa Jalla karena itulah Islam tidak mengajarkan rasa memiliki secara mutlak, tetapi rasa diamanahi, merasa bahwa semua yang dipunya adalah amanah untuk-Nya, diamanahi anak-anak yang cantik, ganteng, sholeh sholehah, diamanahi ilmu yang mumpuni, harta yang berlimpah, jabatan yang tinggi, popularitas yang menjulang, keluarga besar dan semua hal.

Bukankah amanah itu sifatnya sementara, dia akan diminta lagi oleh pemilik sahnya bahkan akan dimintai pertanggung jawabannya. Ingat saudaraku amanah itu berat, saking beratnya ketika amanah ditawarkan kepada langit, bumi dan gunung semua angkat tangan. Mereka tidak mau dan merasa tidak mampu.

Allah Ta’ala berfirman

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu, dan mereka khawatir akan menghianatinya, dan dipikulah amanah itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

Al-Ahzab Ayat 72

Banyak yang karena tidak amanah hamba-hambanya yang dzalim dan bodoh itu akhirnya terjatuh pada kehinaan dan kehancuran, baik di dunia maupun kelak diakhirat.

Firaun tidak amanah dihinakan dengan ditenggelamkan didasar laut dan jasadnya dipertontonkan hingga sekarang. Qarun yang tidak amanah dengan kekayaannya, harus hina dihina dengan dibenamkan dan ditelan bumi.

Sekali lagi amanah itu berat, saat nanti diakhirat dihadapan pemiliknya kita semua akan disidang, ditanya banyak hal tentang semua amanah yang diberikan kepada kita.

Innalillahi wa innalillahi rojiun sungguh kita semua termasuk amanah dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Kesadaran inilah yang membuat kita menjaga dan ingin menggunakan amanah ini selalu dijalan Allah Ta’ala.

Jika ini yang ada didalam kesadaran kita lahir akhlak mulia, zuhud dunianya untuk akhiratnya sangat berhati-hati dan taat pada hukum Allah, kemauannya hanya yang halal tidak mau maksiat apalagi sampai berdosa. Kesenangannya membantu sesama, arofu sifat belas kasih, dermawan, sangat rendah hati dan kesibukannya asyik memperbaiki dirinya.

Ujian hidup adalah cara kehidupan memberi kita nasehat untuk bertahan hidup, untuk menikmati hidup, untuk memaknai hidup di jalan yg Allah ridhai.

The post Hidup Ini Amanah appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2021/01/05/hidup-ini-amanah/feed/ 0
Nasehat Kehidupan https://shahih.co/2021/01/03/nasehat-kehidupan/ https://shahih.co/2021/01/03/nasehat-kehidupan/#respond Sun, 03 Jan 2021 10:38:51 +0000 https://shahih.co/?p=5625 Hidup adalah sebuah misteri yang penuh rahasia dan teka-teki, dan manusia hanyalah sebagai mahluk biasa yang memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup dari kehidupan yang sesungguhnya. Dalam Al-Quran pun dikatakan

The post Nasehat Kehidupan appeared first on Shahih.

]]>
Hidup adalah sebuah misteri yang penuh rahasia dan teka-teki, dan manusia hanyalah sebagai mahluk biasa yang memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup dari kehidupan yang sesungguhnya.

Dalam Al-Quran pun dikatakan bahwa manusia tidak mengetahui banyak hal tentang sesuatu, yang mereka ketahui hanyalah kenyataan yang tampak secara lahiriyah yaitu kehidupan dunia saja, sedangkan kehidupan akhirat mereka lalai.

Islam sebagai Agama yang mengajarkan nilai-nilai totalitas dalam kehidupan mengartikan makna hidup sebagai bentuk kebermaknaan dalam kualitas secara berkeseimbangan; antara kehidupan dunia dan akhirat, bermanfaat secara sosial bagi sesama manusia dan membawa kebaikan bagi lingkungan alam sekitarnya.

Karena itu agar hidup manusia mencapai predikat kemulian dihadapan Allah Ta’ala dan memiliki manfaat bagi sesama, manusia memerlukan nasehat kehidupan.

Sebagaimana 5 perkara yang dinasehatkan Malaikat Jibril kepada Nabi dalam sebuah Hadist dari Sahl bin Sa’ad bahwasannya Rasulullah bersabda Jibril mendatangi ku lalu berkata “Wahai Muhammad hiduplah sesukamu karena sesungguhnya Kamu akan mati, cintailah siapa yang Kamu suka karena sesungguhnya Engkau akan berpisah dengan-Nya dan berbuatlah sesukamu karena sesungguhnya Engkau akan diberi balasan karenanya“.

Kemudian Jibril kembali berkata “Wahai Muhammad kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari untuk sholat malam dan keperkasaannya adalah ketidakperluannya terhadap manusia“.

Nasihat yang bisa kita petik dari hadits tersebut diantaranya:

Hiduplah Sesukamu Karena Sesungguhnya Kamu Akan Mati

Nasihat tersebut memiliki makna agar manusia senantiasa mengingat kematian, dengan begitu setiap orang diharapkan menghilangkan ketamakan atas tipudaya kesenangan duniawi serta mengisi kehidupan dengan amal kebaikan.

Cintailah Siapa Yang Kamu Suka Karena Sesungguhnya Engkau Akan Berpisah Dengannya

Setiap orang beriman dibebaskan untuk mencintai siapa saja diantara semua mahluk, namun sesungguhnya mereka akan berpisah dengan-Nya. Allah memberikan keleluasaan kepada setiap orang mukmin untuk segala bentuk ciptaan-Nya tentu dengan segala konsekwensi yang akan diterima.

Berbuatlah Sesukamu Karena Sesungguhnya Engkau Akan Diberi Balasan Karenanya

Berbuatlah sesukamu memiliki makna bahwa manusia bebas melakukan perbuatan yang baik ataupun yang buruk sesukanya. Akan tetapi semuanya akan berakhir saat kematian datang, selanjutnya setelah kematian ada perhitungan dan pembalasan diakhir.

Kemuliaan Seorang Mukmin Adalah Berdirinya Dia Pada Malam Hari

Ketinggian dan kehormatan orang beriman bukan berarti dilihat dari kedudukan, jabatan, keturunan, kekuasaan dan harta yang dimilikinya melaikan dari usahanya menghidupkan malam dengan mengikhlaskan diri untuk melakukan sholat tahajud, berdzikir dan membaca Al-Quran.

Keperkasaannya Adalah Ketidak Perluannya Terhadap Manusia

Kekuatan keperkasaan dan keunggulan orang beriman dari orang lain bukanlah besarnya badan dan kuatnya otot seseorang, melainkan ketercukupannya dengan apa yang dikaruniakan Allah kepadanya dan ketidakbutuhannya terhadap apa yang ada ditangan manusia, jalan liku hidup dan matinya dengan penuh totalitas diserahkan kepada Allah SWT.

Itulah 5 pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yang memiliki makna nasehat kehidupan bagi manusia agar dapat mengoptimalkan amanah kehidupannya dengan mawas diri dalam bertindak dan mengabdi kepada Allah secara totalitas sehingga manusia dapat menggapai keselamatan dan kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat.

The post Nasehat Kehidupan appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2021/01/03/nasehat-kehidupan/feed/ 0
Meraih Kebahagiaan Dengan Menanam Kebaikan https://shahih.co/2021/01/02/meraih-kebahagiaan-dengan-menanam-kebaikan/ https://shahih.co/2021/01/02/meraih-kebahagiaan-dengan-menanam-kebaikan/#respond Sat, 02 Jan 2021 06:46:16 +0000 https://shahih.co/?p=5599 Kebahagiaan ibarat kupu-kupu, semakin dikejar akan semakin menjauh, oleh karena itu untuk memperolehnya itu cukup dengan menanam kebaikan, seperti menanam pohon yang beragam untuk menghadirkan kupu-kupu.

The post Meraih Kebahagiaan Dengan Menanam Kebaikan appeared first on Shahih.

]]>
Menurut pepatah: Jika mau menangkap kupu-kupu jangan dikejar, sebab akan sulit utuk mendapatkannya. Semakin dikejar akan semakin jauh terbang, alih-alih dapat menangkapnya yang terjadi malah kita akan kelelahan.

Supaya kupu-kupu mudah ditangkap, tanamlah pohon yang beragam. Jika pohon yang beragam itu sudah berbunga dengan keberagamannya, kupu-kupu akan datang dengan sendirinya sehingga mudah ditangkap. Tidak hanya kupu-kupu yang akan datang ketika pohon berbunga, kumbang dan lebah bunga pun akan singgah.

Al-falah atau kebahagiaan ibarat kupu-kupu, semakin dikejar akan semakin menjauh, oleh karena itu untuk memperolehnya itu cukup dengan menanam kebaikan, seperti menanam pohon yang beragam untuk menghadirkan kupu-kupu.

Kebahagiaan akan hadir dan tumbuh pada kehidupan yang baik.

Menurut Al-Quran setidaknya ada 2 kebajikan yang dapat mengundang
kehidupan yang baik yaitu IMAN dan AMAL SHOLEH. Jika iman tertanam dalam hati, dan amal sholeh terimplementasi dalam kehidupan, dapat dipastikan kebahagiaan akan hadir dalam kehidupan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Allah SWT. dalam Al-Quran Surat An-Nahl ayat 97 :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُو

Barangsiapa mengerjakan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan iman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Iman dapat membangun cara pandang seseorang terhadap dunia, orang beriman akan senantiasa melihat kehidupan dari sisi positif, apapun yang menimpa dirinya dipahami sebagai sesuatu yang pasti mengandung kebaikan.

Oleh karena itu ia akan bersabar ketika mendapatkan kesulitan, dan bersyukur ketika mendapatkan kelapangan. Kedua sifat baik itu menjadi sumber kebahagiaan dan kebaikan lainnya sebagaimana Sabda Nabi SAW.

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, seluruh urusannya itu baik ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin, jika mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur, karena pada syukur mengandung kebaikan baginya, jika mendapatkan kesusahan maka ia bersabar karena pada sabar ada kebaikan baginya.

HR. Muslim, no. 2999

Tidak hanya iman, amal sholehpun dapat menhadirkan kebahagiaan, sebab iman dan amal sholeh memiliki hubungan yang erat, iman yang kuat melahirkan amal sholeh yang beragam.

Ketika kita percaya bahwa semua yang ada pada kita adalah titipan dan milik Allah, tidak ada satu hal pun yang akan kita tahan ketika Allah menyuruh memberikannya, artinya iman kepada Allah akan melahirkan sifat dermawan, sifat itu pada gilirannya akan membebaskan kita dari kekikiran, terbebas dari sifat kikir merupakan salah satu sumber kebahagiaan.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Hasyr Ayat 9 :


وَالَّذِيْنَ تَبَوَّءُو الدَّارَ وَالْاِيْمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ اُوْتُوْا وَيُؤْثِرُوْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۗوَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَۚ

Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Saat setiap hela nafas dan langkah hanya untuk meraih ridha Allah SWT, maka kita sudah berhak dan memantaskan diri meraih kebahagiaan sejati.

The post Meraih Kebahagiaan Dengan Menanam Kebaikan appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2021/01/02/meraih-kebahagiaan-dengan-menanam-kebaikan/feed/ 0
Tiga Followers Setia Yang Mengikuti Mayit https://shahih.co/2020/12/14/tiga-followers-setia-yang-mengikuti-mayit/ https://shahih.co/2020/12/14/tiga-followers-setia-yang-mengikuti-mayit/#respond Mon, 14 Dec 2020 01:32:38 +0000 https://shahih.co/?p=5465 Sesungguhnya manusia itu berdasarkan fitrahnya, telah dijadikan untuk memberikan manfaat kepada orang-orang yang telah mati, khususnya setelah mereka meninggal dunia secara langsung, dengan prasangkaan dan anggapan bahwa amalan yang mereka

The post Tiga Followers Setia Yang Mengikuti Mayit appeared first on Shahih.

]]>
Sesungguhnya manusia itu berdasarkan fitrahnya, telah dijadikan untuk memberikan manfaat kepada orang-orang yang telah mati, khususnya setelah mereka meninggal dunia secara langsung, dengan prasangkaan dan anggapan bahwa amalan yang mereka kerjakan itu bisa memberikan manfaat kepada si mayit ketika di dalam kubur dan setelah ia dibangkitkan darinya.

Namun ketika kebutaan (kebodohan) terhadap agama menyebar di kalangan manusia, menjadikan setiap orang melakukan berbagai amalan ibadah dan ketaatan sekehendaknya, yang dia menganggap bahwa amalan-amalan tersebut bisa memberikan manfaat kepada (si mayit) yang telah meninggal dunia.

Mereka lupa, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, sebagaimana disebutkan di dalam (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) dari hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ عَمَلٍ لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Setiap amalan yang padanya tidak ada urusan kami, maka amalan itu tertolak”. [HR. Bukhari dan Muslim]

Sebelum wafatnya, manusia bisa melakukan sebagian amalan-amalan yang pahalanya bisa terus mengalir setelah kematiannya. Selain itu, orang yang masih hidup juga dapat memberikan manfaat kepada mayit dengan amalan-amalan yang dikerjakan untuk ditujukan kepada si mayit setelah kematiannya.

Amalan-amalan yang bisa dilakukan sebelum kematian itu memungkinkan dan mampu dilakukan. Jika sedikit saja dia mengerahkan usaha, waktu atau harta, maka dia mampu untuk melakukannya. Sedangkan amalan-amalan yang dilakukan oleh orang lain setelah kematiannya, maka amalan-amalan itu tidak berada di tangannya, bisa jadi ada atau tidak ada.

Shahih Instagram

Oleh sebab itu kita akan membahas amalan-amalan yang berasal dari usahanya, bukan usaha orang lain. Tujuannya agar semua manusia segera mengamalkannya sebelum datang ajalnya, dengan harapan untuk memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tidak mengandalkan dirinya kepada manfaat dari orang lain setelah kematiannya.

Adapun ibadah-ibadah dan ketaatan-ketaatan yang bermanfaat bagi orang yang telah mati, yang berasal dari usaha mereka sendiri adalah:

  1. Shadaqah jariyyah (Sedekah mengalir yang pahalanya sampai kepadanya).
  2. Ilmu yang bermanfaat.
  3. Anak shalih yang mendoakannya.

Disebutkan di dalam hadits shahih dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i]

1. Shadaqah Jariyyah

Sedekah fower Pot. Sale!

Perngertian shadaqah jariyyah menurut Madzhab Empat ialah: Suatu pemberian untuk mencari pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ada pula yang mengatakan: Memberikan shadaqah yang tidak wajib, dengan cara menguasakan barang dengan tanpa ganti (gratis). Ada pula yang mengatakan: Harta yang diberikan dengan mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ada pula yang mengatakan: Harta “wakaf”, sedangkan pengertian wakaf itu sendiri yaitu: Apa-apa yang ditahan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dari pengertian-pengertian di atas jelas bahwa shadaqah jariyyah adalah suatu ketaatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mencari wajah Allah, sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar orang-orang umum bisa memanfaatkannya sepanjang waktu tertentu, sehingga pahalanya mengalir baginya sepanjang barang yang dishadaqahkan itu masih ada.

Baca juga: Manfaat Sedekah Menurut Al Qur’an & Sunnah

Di antara contoh shadaqah jariyyah yang telah dilakukan di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah:

1. Kebun kurma yang dishadaqahkan oleh Abu Thalhah (seorang sahabat Nabi) ketika turun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

لَن تّنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

“Dan tidaklah kamu bisa mendapatkan kebaikan sehingga kamu menginfakkan (shadaqahkan) sebagian apa-apa yang kamu sukai”. [Ali-Imran: 92]

2. Kebun yang dishadaqahkan oleh Bani An-Najjar kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam rangka untuk pembangunan masjid di waktu Nabi datang di kota Madinah.

3. Sumur “ruumah” yang dibeli oleh sahabat Utsman Radhiyallahu ‘anhu dan beliau shadaqahkan pada waktu kaum muslimin kekurangan air.

4. Tanah/kebun yang dishadaqahkan oleh sahabat Umar Radhiyallahu ‘anhu, yang merupakan harta yang berharga baginya (yang dinamakan tsamgh), beliau menshadaqahkan tanah tersebut, dengan syarat tidak boleh dijual, diberikan atau diwariskan, akan tetapi buahnya (kebun/tanah itu), dishadaqahkan untuk budak, orang-orang miskin, tamu, ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal) serta karib kerabat Rasulullah.

Di antara hadits-hadits yang menyebutkan shadaqah jariyyah, adalah hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Sesungguhnya aku telah mendangar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ الهِّ بَنَى الهُب لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang membangun masjid untuk mencari wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga”.

Di dalam riwayat Imam Tirmidzi dari Anas bin Malik: (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda):

مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا صَغِيرًا كَانَ أَوْ كَبِيرًا بَنَى الهُل لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang membangun masjid, kecil maupun besar, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga”

Pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Jabir (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda):

مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا وَلَوْ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ, بَنَى الهُْ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Subhanahu wa Ta’ala walaupun sebesar sarang burung atau lebih kecil darinya, niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga”

Pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Jabir (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda):

مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا وَلَوْ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ, بَنَى الهُْ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barang siapa yang membangun masjid karena Allah Subhanahu wa Ta’ala walaupun sebesar sarang burung atau lebih kecil darinya, niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga”.

2. Ilmu Bermanfaat

Sesungguhnya di antara yang bisa memberikan manfaat bagi mayit setelah kematiannya adalah ilmu yang ia tinggalkan, untuk diamalkan atau dimanfaatkan. Sama saja, apakah dia mengajarkan ilmu tersebut kepada seseorang atau dia tinggalkan berupa tulisan yang orang-orang mempelajarinya setelah kematiannya.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari hadits Abu Hurairah:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ

“Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menyusulnya setelah kematiannya adalah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan”

Ibnu Majah meriwayatkan dari Muadz bin Anas dari ayahnya, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الْعَامِلِ

“Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun”

Al-Bazzar meriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha dia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مُعَلِّمُ الْخَيْرِ يَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ شَيْءٍ حَتَّى الْحِيْتَانُ فِي الْبَحْرِ

“Orang yang mengajarkan kebajikan dimintakan ampunan oleh segala sesuatu, sampai ikan-ikan yang ada di dalam lautan”

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk (kebajikan), maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun”

3. Anak Shaleh Yang Mendoakan Orang Tuanya

shahih.co instagram

Anak itu termasuk usaha orang-tua, sehingga amalan-amalan sholeh yang diamalkan si anak, juga akan menjadikan orang-tua mendapatkan pahala amalan tersebut, tanpa mengurangi pahala anak tersebut sedikitpun.

Imam Turmudzi, Imam Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلْتُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ وَإِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ

“Sesungguhnya sebaik-baik yang kamu makan adalah yang (kamu dapatkan) dari usaha kamu, dan sesungguhnya anak-anakmu itu termasuk usaha kamu”

Hadits (di atas) mengkhususkan anak shaleh dan sudah ma’lum kedekatan anak shaleh dari pada yang lainnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, oleh karena itulah Nabi menyebutnya pada hadits itu. Di mana anak shaleh itu selalu berdzikir dan selalu menjaga hubungan baik kepada kepada Allah.

Anak yang shaleh juga tidak lupa memanjatkan do’a untuk kedua orang tuanya setelah mereka tiada. Selain itu bahwa anak shaleh yang membiasakan diri di dalam mengerjakan amalan-amalan shaleh sewaktu kedua orang tuanya hidup, yang dia pelajari amalan-amalan shaleh tersebut dari keduanya, maka kedua orang tuanya mendapatkan pahala dari amalan-amalan anaknya, tanpa mengurangi pahala si anak tersebut.

Seorang bapak membutuhkan waktu yang panjang untuk membentuk anak yang shaleh. Dia memulainya dengan memilih istri yang shalehah, supaya menjadi ibu bagi anak shaleh tersebut.

Kemudian mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan syari’at. Dengan ini dia menjadi anak yang shaleh, walaupun kedua orang tuanya sudah wafat.

Keshalihan orang tua, bisa menjadi sarana kebaikan anak

Perlu diketahui juga bahwa keshalihan orang tua, bisa menjadi sarana kebaikan anak, walaupun mereka telah meninggal dunia. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَكَانَ أَبُوْهُمَا صَالِحًا

“Dan dahulu kedua orang tuanya adalah orang yang shaleh” [Al-Kahfi: 82]

Ibnul Munkadir berkata:

إِنَّ اللهَ لَيَحْفَظُ بِالرَّجُلِ الصَّالِحِ وَلَدَهُ وَوَلَدَ وَلَدِهِ

“Sesungguhnya Allah akan menjaga anak dan cucu seorang yang shalih”.

Semoga sajian singkat ini bermanfaat. Wallahu waliyyut taufiq.


Oleh Mahmud Ghorib Asy-Syarbini

Almanhaj: Ibadah Dan Amalan Yang Bermanfaat Bagi Mayit

Lihat video: Menyiapkan Bekal

The post Tiga Followers Setia Yang Mengikuti Mayit appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2020/12/14/tiga-followers-setia-yang-mengikuti-mayit/feed/ 0
Ilmu Di Dunia Maya Hanya Sekedar Bacaan Menyenangkan dan Wawasan Saja? Segeralah beramal ! https://shahih.co/2020/12/11/ilmu-di-dunia-maya-hanya-sekedar-bacaan-menyenangkan-dan-wawasan-saja-segeralah-beramal/ https://shahih.co/2020/12/11/ilmu-di-dunia-maya-hanya-sekedar-bacaan-menyenangkan-dan-wawasan-saja-segeralah-beramal/#respond Fri, 11 Dec 2020 02:17:52 +0000 https://shahih.co/?p=5448 Wahai diri, tinggalkan sejenak dunia maya, beramalah di dunia nyata dengan ilmu-mu Wahai diri, sepertinya engkau terlalu berkutat di dunia maya… Di dunia maya semua hiburan bisa engkau dapatkan… Nikmatnya

The post Ilmu Di Dunia Maya Hanya Sekedar Bacaan Menyenangkan dan Wawasan Saja? Segeralah beramal ! appeared first on Shahih.

]]>
Wahai diri, tinggalkan sejenak dunia maya, beramalah di dunia nyata dengan ilmu-mu

Wahai diri, sepertinya engkau terlalu berkutat di dunia maya…

Di dunia maya semua hiburan bisa engkau dapatkan…

Nikmatnya chatting, nikmatnya mencari berita terhangat, nikmatnya kejadian “wow” dan luar biasa, sampai kata-kata dan kisah menggugah yang luar biasa…

Tetapi dalam hatimu, hanya berdecak kagum saja, tidak ada niat berubah dan beramal sebagaimana kata-kata mengugah tersebut…

Tidak ada tekad untuk menjadi manusia luar biasa bermanfaat bagi manusia sebagaimana kisah tersebut…

Engkau wahai diri, apakah hanya sekedar wawasan dan bacaan menyenangkan saja?

Atau engkau hanya sekedar membagikan saja tulisan dunia maya bermodalnya COPAS agar manusia hanya sekedar tahu…

Engkau lupa mendoakan mereka , engkau bahkan lupa engkau share agar engkaulah yang pertama kali mengamalkannya

Atau wahai diri, jangan sampai engkau share agar hanya mendapatkan jempol “like”

Abu Qilabah berkata kepada Ayyub As Sakhtiyani,

إذَا حَدَثَ لَك عِلْمٌ فَأَحْدِثْ فِيهِ عِبَادَةً وَلَا يَكُنْ هَمُّكَ أَنْ تُحَدِّثَ بِهِ النَّاسَ

Apabila kamu mendapat ilmu, maka munculkanlah keinginan ibadah padanya. Jangan sampai keinginanmu hanya untuk menyampaikan kepada manusia.”

(Al-Adab Asy-Syar’iyyah 2/45, Muhammad Al-Maqdisy, Syamilah)

Tentu engkau telah tahu, bahkan engkau pernah share tulisan, bahwa yang PERTAMA KALI dilemparkan di nereka adalah yang menjadi ahli ilmu agar dipuji manusia.

Segeralah beramal!

Wahai diri, tinggalkan sejenak dunia maya, beramalah di dunia nyata dengan ilmu-mu

Jadilah engkau yang paling berguna bagi manusia, mereka sangat senang dengan keberadaanmu

Berguna dengan ilmu-mu dan akhlak di dunia nyata, berguna dengan tenaga, berguna dengan pemikiran dan konsepmu, berguna dengan harta yang engkau cari dan engkau infakkan.

Wahai diri, Bukankah agamamu mengajarkan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. (Shahihul Jami’ no. 3289)

Orang tuamu seringlah ditelpon, ada yang sakit segera dikunjungi, ada program dakwah segera ikut dan ikut serta, silaturahmi kepada keluarga dan buatlah mereka bahagia, buatlah manusia bahagia dengan amal dan senyummu, ini adalah sebaik-baik amal

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أفضل الأعمال أن تدخل على أخيك المؤمن سرورا

Sebaik-baik amal Shalih adalah agar engkau memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman” (Shahih Jami’ush Shaghir no. 1096)

Sangat banyak amal mulia dan mudah wahai diri, Mengajar TPA huruf hijaiyyah di masjid bagi generasi bangsa, mudah bukan?

Membuat program dan mengunjungi  panti asuhan, membatu koordinasi mereka yang sangat butuh makanan atau sekedar membersihkan jalan agar bermanfaat bagi manusia

Terjunlah dalam berbagai kegiatan sosial kemunusiaan dan program dakwah

Engkau sudah tahu wahai diri, bahkan engkau pernah share di dunia maya, bukan ilmu yang akan dibalas Allah tetapi amal,

Karenanya Allah Azza wa Jalla berfirman,

جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka KERJAKAN.” 

[Al-Waqi’ah: 24]

Allah TIDAK berfirman,

جَزَاء بِمَا كَانُوا يعَلمُونَ

Sebagai balasan apa yang telah mereka KETAHUI

Sekali lagi wahai diri…

Tinggalkan sejenak dunia maya, beramalah di dunia nyata dengan ilmu-mu

Semoga Allah memudahkan kita untuk beramal

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, tolonglah aku dalam berzikir, bersyukur, dan membaguskan ibadah kepadaMu.”  

(HR. Ahmad 5/247, Shahiih al-Jaami’ush Shaghiir no. 7969)

Oleh Raehanul Bahraen Muslimifiyah.com

The post Ilmu Di Dunia Maya Hanya Sekedar Bacaan Menyenangkan dan Wawasan Saja? Segeralah beramal ! appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2020/12/11/ilmu-di-dunia-maya-hanya-sekedar-bacaan-menyenangkan-dan-wawasan-saja-segeralah-beramal/feed/ 0
Menanam Kebaikan, Terus Di Pupuk Dan Disiram https://shahih.co/2020/12/07/menanam-kebaikan-terus-di-pupuk-dan-disiram/ https://shahih.co/2020/12/07/menanam-kebaikan-terus-di-pupuk-dan-disiram/#respond Mon, 07 Dec 2020 15:50:10 +0000 https://shahih.co/?p=5417 Kita pasti pernah mendengar peribahasa ini, “Siapa yang menanam, Dia yang akan menuai.” Maksudnya, jika seseorang menanam kebaikan, maka ia akan menuai kebaikan pula. Dan jika seseorang menanam kejelekan, maka

The post Menanam Kebaikan, Terus Di Pupuk Dan Disiram appeared first on Shahih.

]]>
Kita pasti pernah mendengar peribahasa ini, “Siapa yang menanam, Dia yang akan menuai.” Maksudnya, jika seseorang menanam kebaikan, maka ia akan menuai kebaikan pula. Dan jika seseorang menanam kejelekan, maka ia akan menuai hasil yang jelek pula.

Allâh Azza wa Jalla menjadikan dunia sebagai ladang akhirat. Memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menggunakan dunia sebagai ladang pribadinya, menanam apa saja di sana kemudian memanennya di dunia dan akhirat apa yang telah ditanam sebelumnya.

Jika menanam hal-hal yang buruk, maka hasilnya pun seperti itu juga. Namun, apabila yang ditanam adalah kebaikan, maka akan menghasilkan buah-buah yang baik lagi bermanfaat.

Demikianlah, balasan orang sesuai dengan apa yang ia kerjakan di dunia yang lazim disebut al-jazâ min jinsil ‘amal. Sebagaimana hasil panen buah-buahan sesuai dengan kualitas biji dan pohon yang ditanam.

Pahala dan hukuman di akhirat berdasarkan amalan-amalan yang diperbuat oleh manusia di dunia ini. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya Allâh tidak Menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allâh akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar

An-Nisâ/4:40

Allâh Azza wa Jalla tidak akan pernah menzhalimi seseorang pun. Semua amalan bani Adam di dunia akan diperhitungkan dan dibalas pada hari Kiamat. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ﴿٧﴾وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.

Az-Zalzalah/99:7-8

Menanam Kebaikan Berbuah Kemuliaan

Lihat produk ini

Menanam kebaikan akan berbuah dengan hasil memanen kemuliaan hidup. Orang yang mulia dalam hidupnya adalah orang yang banyak berbuat baik dan mereka banyak melakukan amal pahala kebaikan.

Kemuliaan diri terpulang dari bagaimana sikap yang kita tunjukkan dalam hidup. Apabila kita menjadi seorang yang baik, maka sudah wajar jika kita akan disenangi banyak orang, kemuliaan akan terpancar karena banyak melakukan amal shaleh dan ibadah, baik ibadah fardhu kepada Allah, ibadah sunnah maupun berbagai bentuk ibadah sosial di tengah masyarakat.

Bersemangatlah dalam menanam kebaikan

Jadi ingatlah, setiap yang kita tanam, baik kebaikan maupun kejelekan, pasti kita akan menuai hasilnya. Oleh karenanya, bersemangatlah dalam menanam kebaikan dan janganlah pernah mau menanam kejelekan.

Para ulama seringkali mengutarakan, “Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya. Sedangkan balasan dari kejelekan adalah kejelekan setelahnya.”

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Dari berbagai sumber.

The post Menanam Kebaikan, Terus Di Pupuk Dan Disiram appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2020/12/07/menanam-kebaikan-terus-di-pupuk-dan-disiram/feed/ 0
Kasih Sayang Ibu Tidak Lekang Oleh Jarak dan Waktu https://shahih.co/2020/12/04/kasih-sayang-ibu-tidak-lekang-oleh-jarak-dan-waktu/ https://shahih.co/2020/12/04/kasih-sayang-ibu-tidak-lekang-oleh-jarak-dan-waktu/#respond Fri, 04 Dec 2020 02:33:04 +0000 https://shahih.co/?p=5364 Yang ibu inginkan hanyalah kamu menemani ibu, mengajak ngobrol, membawa cucu-cucu untuk bermain. Amalan yang mudah dengan surga balasannya.

The post Kasih Sayang Ibu Tidak Lekang Oleh Jarak dan Waktu appeared first on Shahih.

]]>
Semua orang tua pasti ingin dekat dengan anak-anaknya, terutama di masa tua dan masa sepuh mereka. Setiap orang tua, terutama ibu pasti sangat ingin berada bersama anak-anak yang sangat ia cintai. Tidak jarang sang ibu meminta anaknya agar tidak tinggal jauh darinya atau agar tidak tinggal di luar kota, atau sang ibu meminta anaknya agar segera pulang ke kampung masa kecilnya untuk menemani orang tua dan ibunya.

Sekiranya sang ibu mengatakan:
“Ibu sih terserah kamu nak, jika di kota itu kamu akan lebih sukses, ibu hanya bisa mendoakan kamu dari kampung masa kecilmu ini”

Ketauhilah, ketika engkau memilih bertahan di kota itu, yang jauh dari tempat tinggal ibumu, hati ibumu sangat kecewa sekali tetapi ia berusaha menguatkan diri dan tersenyum di depan mu dan tentunya selalu mendoakanmu, buah hati tercinta.

Saudaraku, meskipun kita sukses di suatu tempat atau merasa sangat senang dan nyaman tinggal di tempat tertentu, jika engkau ada kesempatan tinggal bersama orang tua khususnya ibumu, maka pulanglah, temani ibumu dan berbaktilah. Mereka lah yang menjadikan engkau suskes dan berhasil dengan izin Allah.

Ibu Merindukan Kehadiranmu, Nak!

Mereka sudah tidak minta pada anaknya makanan-makanan lezat karena lidah mereka mungkin sudah kaku. Mereka sudah tidak minta pada anaknya jalan-jalan yang jauh karena kaki sudah mulai rapuh. Mereka sudah tidak minta kepada anaknya perhiasan dunia karena mata mulai merabun.

Yang mereka inginkan hanyalah engkau menemani mereka, mengajak ngobrol, membawa cucu-cucu mereka untuk bermain dengan mereka. Suatu perkara yang cukup mudah dengan balasan surga.

Saudaraku, karenanya sangat celaka seseorang yang mendapati kedua orang tuanya sudah tua dan sepuh tetapi tidak masuk surga, karena tidak memanfaatkan amalan yang cukup mudah yaitu berbakti kepada mereka kemudian masuk surga.

Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga” [HR. Muslim 2551]

Baca juga: Jangan Sia-siakan Kesempatan Berbakti Kepada Ibu

Pengorbanan Ibu Tidak Akan Terbalas

Diriwayatkan Dari Abi Burdah, ia melihat Ibnu Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang yaman itu bersenandung,

إِنِّيلَهَابَعِيْرُهَاالْمُـذِلَّلُإِنْأُذْعِرْتُرِكَابُهَالَمْأُذْعَرُ

Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh – Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari.

Orang itu lalu bertanya kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.”[Adabul Mufrad no. 11, shahih]

Az-Dzahabi rahimahullah menyusun sebuah tulisan yang sangat menyentuh mengenai jasa dan pengorbanan ibu dan motivasi agar kita berbakti pada ibu. Beliau berkata,

حملتكفيبطنهاتسعةأشهركأنهاتسعحججوكابدتعندالوضعمايذيبالمهجوأرضعتكمنثديهالبناوأطارتلأجلكوسناوغسلتبيمينهاعنكالأذىوآثرتكعلىنفسهابالغذاءوصيرتحجرهالكمهداوأنالتكإحساناورفدافإنأصابكمرضأوشكايةأظهرتمنالأسففوقالنهايةوأطالتالحزنوالنحيبوبذلتمالهاللطبيبولوخيرتبينحياتكوموتهالطلبتحياتكبأعلىصوتهاهذاوكمعاملتهابسوءالخلقمرارافدعتلكبالتوفيقسراوجهارافلمااحتاجتعندالكبرإليكجعلتهامنأهونالأشياءعليكفشبعتوهيجائعةورويتوهيقانعةوقدمتعليهاأهلكوأولادكبالإحسانوقابلتأياديهابالنسيانوصعبلديكأمرهاوهويسيروطالعليكعمرهاوهوقصيرهجرتهاومالهاسواكنصيرهذاومولاكقدنهاكعنالتأففوعاتبكفيحقهابعتابلطيفستعاقبفيدنياكبعقوقالبنينوفيأخراكبالبعدمنربالعالمينيناديكبلسانالتوبيخوالتهديد ( ذلكبماقدمتيداكوأناللهليسبظلامللعبيد )

Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari pada dirinya serta makanannya.
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.
Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.
Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.
Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.
Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari siksa Allah Rabbul ‘aalamin.

(Akan dikatakan kepadanya),

ذَلِكَبِمَاقَدَّمَتْيَدَاكَوَأَنَّاللَّهَلَيْسَبِظَلَّامٍلِّلْعَبِيدِ

“Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya”. [Al-Hajj : 10] [Al-Kaba’ir hal. 39, Darun Nadwah]

Sumber

Lihat video: Ibu

The post Kasih Sayang Ibu Tidak Lekang Oleh Jarak dan Waktu appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2020/12/04/kasih-sayang-ibu-tidak-lekang-oleh-jarak-dan-waktu/feed/ 0
Jangan Sia-Siakan Kesempatan Berbakti Kepada Ibu https://shahih.co/2020/12/03/berbakti-pada-ibu/ https://shahih.co/2020/12/03/berbakti-pada-ibu/#respond Thu, 03 Dec 2020 09:00:27 +0000 https://shahih.co/?p=5341 Dalam Islam berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) memiliki kedudukan yang mulia. Banyak keterangan dari Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. Berbakti kepada

The post Jangan Sia-Siakan Kesempatan Berbakti Kepada Ibu appeared first on Shahih.

]]>
Dalam Islam berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) memiliki kedudukan yang mulia. Banyak keterangan dari Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua.

Berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu adalah salah satu amalan yang paling mudah memasukkan seseorang ke surga. Bahkan pintu surga yang paling pertengahan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الجَنَّةِ، فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ البَابَ أَوْ احْفَظْهُ

“Orang tua merupakan pintu syurga paling pertengahan, jika engkau mampu maka tetapilah atau jagalah pintu tersebut”. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dishahihkan Syekh Al-Albani dan syekh Al-Arnauth).

Yang di maksud pintu yang paling tengah adalah pintu yang paling mudah dimasuki. Perhatikan jika ada tembok di depan kita, lalu ada pintu di tengah, di samping pinggir kanan dan kiri, tentu secara psikologis kita akan memilih yang tengah karena mudah untuk memasukinya.

Baktimu Untuk Ibu Adalah Kewajiban

Allah memerintahkan kepada kita dalam Al-Quran agar berbakti kepada kedua orang tua khususnya ibu. Allah berfirman,

وَوَصَّيْنَاالْإِنسَانَبِوَالِدَيْهِحَمَلَتْهُأُمُّهُوَهْناًعَلَىوَهْنٍوَفِصَالُهُفِيعَامَيْنِأَنِاشْكُرْلِيوَلِوَالِدَيْكَإِلَيَّالْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” 

[Qs. Luqman : 14]

Baca juga: Kasih Sayang Ibu Tidak Lekang Oleh Jarak & Waktu

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bagaimana pengorbanan dan perjuangan ibu untuk anaknya. Beliau menafsirkan,

وقالهاهنا {ووصيناالإنسانبوالديهحملتهأمهوهناعلىوهن} . قالجاهد: مشقةوهنالولد. وقالقتادة: جهداعلىجهد. وقالعطاءالخراساني: ضعفاعلىضعف

“Mujahid berkata bahwa yang dimaksud [“وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ”] adalah kesulitan ketika mengandung anak. Qatadah berkata bahwa yang dimaksud adalah ibu mengandung kita dengan penuh usaha keras. ‘Atha’ Al Kharasani berkata bahwa yang dimaksud adalah ibu mengandung kita dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.”[Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim 6/336]

Demikian juga firman Allah,

وَوَصَّيْنَاالْإِنسَانَبِوَالِدَيْهِإِحْسَاناًحَمَلَتْهُأُمُّهُكُرْهاًوَوَضَعَتْهُكُرْهاًوَحَمْلُهُوَفِصَالُهُثَلَاثُونَشَهْراًحَتَّىإِذَابَلَغَأَشُدَّهُوَبَلَغَأَرْبَعِينَسَنَةًقَالَرَبِّأَوْزِعْنِيأَنْأَشْكُرَنِعْمَتَكَالَّتِيأَنْعَمْتَعَلَيَّوَعَلَىوَالِدَيَّوَأَنْأَعْمَلَصَالِحاًتَرْضَاهُوَأَصْلِحْلِيفِيذُرِّيَّتِيإِنِّيتُبْتُإِلَيْكَوَإِنِّيمِنَالْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” [Al-Ahqaaf : 15]

Semoga kita termasuk orang yang bisa berbakti kepada orang tua khususnya ibu. Semoga kita termasuk orang yang tidak melupakan jasa-jasa ibu kita. Semoga anak-istri dan pekerjaan kita tidak menyibukkan kita dan melalaikan kita untuk berbakti dan memberikan perhatian kepada ibu kita. Ingatlah di masa kecil kita sangat sering membuat susah orang tua terutama ibu kita, bersabarlah ketika berbakti kepada keduanya.


Sumber Artikel :
Muslim.or.id

The post Jangan Sia-Siakan Kesempatan Berbakti Kepada Ibu appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2020/12/03/berbakti-pada-ibu/feed/ 0
Merasa Hebat Adalah Sifat Ujub https://shahih.co/2020/12/01/merasa-hebat-adalah-sifat-ujub/ https://shahih.co/2020/12/01/merasa-hebat-adalah-sifat-ujub/#respond Tue, 01 Dec 2020 09:26:18 +0000 https://shahih.co/?p=5298 Menghindari ujub itu lebih sulit dari pada Riya' . Karena ujub itu datang diam-diam tanpa disadari.

The post Merasa Hebat Adalah Sifat Ujub appeared first on Shahih.

]]>
Kita sudah berusaha untuk berlari kencang menjauhi riyaa’ untuk menghindari amalan kita menjadi hancur lebur terkena penyakit ini. Tetapi pada waktu yang bersamaan jiwa kita terulurkan dalam dekapan ujub.

Apa itu ujub?

Ujub secara harafiah artinya keangkuhankesombonganrasa bangga. Ujub adalah adalah sifat tercela yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala maupun ajaran yang dibawakan Rasulullah ﷺ. Beliau juga pernah bersabda:

ثَلاَثُ مُهْلِكَاتٍ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

Tiga perkara yang membinasakan, rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri

(HR at-Thobroni dalam Al-Awshoth no 5452 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam as-shahihah no 1802)

Tanpa Disadari Kita Telah Ujub, Waduh.

Menghindari ujub itu lebih sulit dari pada Riya. Karena ujub itu datang diam-diam tanpa disadari. Misalnya, ketika kita suka beribadah shalat Tahajjud diam-diam tidak ada orang yang tahu atau tidak pernah diceritakan dengan harapan agar terhindar dari Riya dan dengan tujuan semata-mata beribadah karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang lain.

Namun jangan cepat berpuas diri dulu, karena syaitan terus berusaha menggelincirkanmu, membisikanmu dalam hati berkata-kata, muncul rasa bangga terhadap diri sendiri.

Hebat aku ini, bisa bangun setiap malam tak pernah ketinggalan sholat tahajjud, sementara orang lain tertidur pulas.

~ By Ujubers

Saat hati berkata begitu, itulah yang dinamakan ujub. Walaupun berhasil untuk tidak riya’, tetapi masih belum berhasil untuk tidak ujub.

Ujub adalah perasaan kagum atas diri sendiri. Merasa diri hebat, berbangga diri terpesona dengan kehebatan diri. Ujub adalah penyakit hati yang paling tersembunyi.

Perasaan ujub bisa datang dalam berbagai bentuk. Seperti; kepada Orang yang rajin ibadah merasa kagum dengan ibadahnya. Orang yang pandai dan berilmu, kagum dengan ilmunya. Orang yang cantik atau tampan, kagum dengan kecantikan dan ketampananya. Orang yang dermawan, kagum dengan kebaikannya. Orang yang berdakwah, kagum dengan dakwahnya.

Sufyan At-Tsauri pernah mengatakan;

Ujub adalah perasaaan kagum pada dirimu sendiri, sehingga kamu merasa bahwa kamu lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dibanding orang lain

Sufyan At-Tsauri

Terkadang kita merasa telah banyak berbuat baik, kita merasa telah melakukan sesuatu untuk membela Allah, Rasul-Nya dan Al Qur’an, lalu hati kita menganggap remeh orang yang tak seperti dirinya. Atau bahkan menganggap mereka lemah dan tak berguna. Tak sadar bahwa perasaan seperti ini bisa membatalkan amalnya.

Padahal semua kelebihan yang kita dapatkan adalah kelebihan yang kita dapatkan dari Allah. Karena itu selayaknya kekaguman hanyalah kepada Allah, bukan kepada diri sendiri.

Dan ingatlah syaitan akan selalu menggiring manusia untuk masuk ke dalam fikiran berbangga kepada diri sendiri, agar amalan kita tidak mendapat nilai.

Naa’udzu billaahi min dzalik.

Bila kita merasa telah menjadi orang yang baik saja dianggap ujub, sebagaimana ditanyakan kepada Aisyah radliyallahu anha siapakah orang yang terkena ujub, beliau menjawab: “Bila ia memandang bahwa ia telah menjadi orang yang baik” (Syarah Jami As Shoghier). Bagaimana bila disertai dengan menganggap remeh orang lain? inilah yang disebut kesombongan.

Semoga Allah melindungi kita dari ujub dan kesombongan.

Disadur dari berbagai sumber.

Baca juga: Buah Kesombongan

The post Merasa Hebat Adalah Sifat Ujub appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2020/12/01/merasa-hebat-adalah-sifat-ujub/feed/ 0
Manfaat Minum Sambil Duduk Dari Sisi Kesehatan Yang Disarankan Rasulullah https://shahih.co/2020/11/30/manfaat-minum-sambil-duduk-dari-sisi-kesehatan-yang-disarankan-rasulullah/ https://shahih.co/2020/11/30/manfaat-minum-sambil-duduk-dari-sisi-kesehatan-yang-disarankan-rasulullah/#respond Mon, 30 Nov 2020 11:57:33 +0000 https://shahih.co/?p=5145 Kami awali pembahasan ini dengan melihat beberapa dalil yang menyebutkan larangan makan dan minum sambil berdiri, setelah itu dalil yang menyebutkan bolehnya. Lalu kita akan melihat bagaimana sikap para ulama

The post Manfaat Minum Sambil Duduk Dari Sisi Kesehatan Yang Disarankan Rasulullah appeared first on Shahih.

]]>
Kami awali pembahasan ini dengan melihat beberapa dalil yang menyebutkan larangan makan dan minum sambil berdiri, setelah itu dalil yang menyebutkan bolehnya. Lalu kita akan melihat bagaimana sikap para ulama dalam memandang dalil-dalil tersebut.

Dalil Larangan

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari minum sambil berdiri.” (HR. Muslim no. 2024).

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata,

عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab, “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR. Muslim no. 2024).

Para ulama menjelaskan, dikatakan makan dengan berdiri lebih jelek karena makan itu membutuhkan waktu yang lebih lama daripada minum.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِىَ فَلْيَسْتَقِئْ

Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.” (HR. Muslim no. 2026)

Dalil Pembolehan

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata,

سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ قَائِمًا

Aku memberi minum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari air zam-zam, lalu beliau minum sambil berdiri.” (HR. Bukhari no. 1637 dan Muslim no. 2027)

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, ia berkata,

كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ نَمْشِى وَنَشْرَبُ وَنَحْنُ قِيَامٌ

Kami dahulu pernah makan di masa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- sambil berjalan dan kami minum sambil berdiri.” (HR. Tirmidzi no. 1880 dan Ibnu Majah no. 3301).

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Dalil ini bahkan menyatakan makan sambil berjalan.

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata,

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَشْرَبُ قَائِمًا وَقَاعِدًا

Aku pernah melihat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- minum sambil berdiri, begitu pula pernah dalam keadaan duduk.” (HR. Tirmidzi no. 1883 dan beliau mengatakan hadits ini hasan shahih)

Menyikapi Dalil

Al Maziri rahimahullah berkata,

قَالَ الْمَازِرِيّ : اِخْتَلَفَ النَّاس فِي هَذَا ، فَذَهَبَ الْجُمْهُور إِلَى الْجَوَاز ، وَكَرِهَهُ قَوْم

“Para ulama berselisih pendapat tentang masalah ini. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat boleh (makan dan minum sambil berdiri). Sebagian lainnya menyatakan makruh (terlarang).” (Lihat Fathul Bari, 10: 82)

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata,

بَلْ الصَّوَاب أَنَّ النَّهْي فِيهَا مَحْمُول عَلَى التَّنْزِيه ، وَشُرْبه قَائِمًا لِبَيَانِ الْجَوَاز ، وَأَمَّا مَنْ زَعَمَ نَسْخًا أَوْ غَيْره فَقَدْ غَلِطَ ، فَإِنَّ النَّسْخ لَا يُصَار إِلَيْهِ مَعَ إِمْكَان الْجَمْع لَوْ ثَبَتَ التَّارِيخ ، وَفِعْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِبَيَانِ الْجَوَاز لَا يَكُون فِي حَقّه مَكْرُوهًا أَصْلًا ، فَإِنَّهُ كَانَ يَفْعَل الشَّيْء لِلْبَيَانِ مَرَّة أَوْ مَرَّات ، وَيُوَاظِب عَلَى الْأَفْضَل ، وَالْأَمْر بِالِاسْتِقَاءَةِ مَحْمُول عَلَى الِاسْتِحْبَاب ، فَيُسْتَحَبّ لِمَنْ شَرِبَ قَائِمًا أَنْ يَسْتَقِيء لِهَذَا الْحَدِيث الصَّحِيح الصَّرِيح ، فَإِنَّ الْأَمْر إِذَا تَعَذَّرَ حَمْله عَلَى الْوُجُوب حُمِلَ عَلَى الِاسْتِحْبَاب

“Yang tepat adalah larangan Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengenai minum sambil berdiri dibawa ke makna makruh tanzih. Sedangkan dalil yang menyatakan beliau minum sambil berdiri menunjukkan bolehnya. Adapun yang mengklaim bahwa adanya naskh (penghapusan hukum) atau semacamnya, maka itu keliru. Tidak perlu kita beralih ke naskh (penggabungan dalil) ketika masih memungkinkan untuk menggabungkan dalil yang ada meskipun telah adanya tarikh (diketahui dalil yang dahulu dan belakangan). Perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri menunjukkan bolehnya karena tidak mungkin kita katakan beliau melakukan yang makruh. Beliau kadang melakukan sesuatu sekali atau berulang kali dalam rangka untuk menjelaskan (suatu hukum). Dan kadang beliau merutinkan sesuatu untuk menunjukkan afdholiyah (sesuatu yang lebih utama). Sedangkan dalil yang memerintahkan untuk memuntahkan ketika seseorang minum sambil berdiri menunjukkan perintah istihbab (sunnah, bukan wajib). Artinya, disunnahkan bagi yang minum sambil berdiri untuk memuntahkan yang diminum berdasarkan penunjukkan tegas dari hadits yang shahih ini. Karena jika sesuatu tidak mampu dibawa ke makna wajib, maka dibawa ke makna istihbab (sunnah).”(Fathul Bari, 10: 82)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan,

وَالصَّوَاب فِيهَا أَنَّ النَّهْي فِيهَا مَحْمُول عَلَى كَرَاهَة التَّنْزِيه . وَأَمَّا شُرْبه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا فَبَيَان لِلْجَوَازِ ، فَلَا إِشْكَال وَلَا تَعَارُض

“Yang tepat dalam masalah ini, larangan minum sambil berdiri dibawa ke makna makruh tanzih (bukan haram). Adapun hadits yang menunjukkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri, itu menunjukkan bolehnya. Sehingga tidak ada kerancuan dan pertentangan sama sekali antara dalil-dalil yang ada.” (Syarh Muslim, 13: 195)

Penulis ‘Aunul Ma’bud berkata,

وَقَدْ أَشْكَلَ عَلَى بَعْضهمْ وَجْه التَّوْفِيق بَيْن هَذِهِ الْأَحَادِيث وَأَوَّلُوا فِيهَا بِمَا لَا جَدْوَى فِي نَقْله ، وَالصَّوَاب فِيهَا أَنَّ النَّهْي مَحْمُول عَلَى كَرَاهَة التَّنْزِيه ، وَأَمَّا شُرْبه قَائِمًا فَبَيَان لِلْجَوَازِ ، وَأَمَّا مَنْ زَعَمَ النَّسْخ أَوْ الضَّعْف فَقَدْ غَلِطَ غَلَطًا فَاحِشًا . وَكَيْف يُصَار إِلَى النَّسْخ مَعَ إِمْكَان الْجَمْع بَيْنهمَا لَوْ ثَبَتَ التَّارِيخ ، وَأَنَّى لَهُ بِذَلِكَ وَإِلَى الْقَوْل بِالضَّعْفِ مَعَ صِحَّة الْكُلّ .

“Sebagian orang bingung bagaimana cara mengkompromikan dalil-dalil yang ada sampai-sampai mentakwil (menyelewengkan makna) sebagian dalil. Yang tepat, dalil larangan dibawa ke makna makruh tanzih. Sedangkan dalil yang menunjukkan minum sambil berdiri menunjukkan bolehnya. Adapun sebagian orang yang mengklaim adanya penghapusan (naskh) pada dalil atau adanya dalil yang dho’if (lemah), maka itu keliru. Bagaimana mungkin kita katakan adanya naskh (penghapusan) dilihat dari tarikh (adanya dalil yang dahulu dan ada yang belakangan) sedangkan dalil-dalil yang ada masih mungkin dijamak (digabungkan)? Bagaimana kita katakan dalil yang ada itu dho’if (lemah), padahal semua dalil yang menjelaskan hal tersebut shahih? ” (‘Aunul Ma’bud, 10: 131)

Catatan: Sebagian orang mengatakan bahwa minum air zam-zam disunnahkan sambil berdiri berdasarkan riwayat-riwayat yang telah disebutkan di atas. Anggapan ini tidaklah tepat karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum zam-zam sambil berdiri menunjukkan diperbolehkan agar orang tidak menganggapnya terlarang. Jadi yang beliau lakukan bukanlah suatu yang sunnah atau sesuatu yang dianjurkan. Sebagaimana dikatakan Al Bajuri dalam Hasyiyah Asy Syamail,

وإنما شرب (ص) وهو قائم، مع نهيه عنه، لبيان الجواز، ففعله ليس مكروها في حقه، بل واجب، فسقط قول بعضهم إنه يسن الشرب من زمزم قائما اتباعا له

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah minum sambil berdiri. Padahal di sisi lain beliau melarangnya. Perbuatan minum sambil berdiri tadi menunjukkan bolehnya. Jadi yang beliau lakukan  bukanlah makruh dari sisi beliau, bahkan bisa jadi wajib (untuk menjelaskan pada umat akan bolehnya). Sehingga gugurlah pendapat sebagian orang yang menyatakan disunnahkan minun air zam-zam sambil berdiri dalam rangka ittiba’ (mencontoh) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Dikutip dari I’anatuth Tholibin, 3: 417)

Amannya: Makan dan Minum Sambil Duduk

Mufti Saudi Arabia di masa silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah diajukan pertanyaan, “Sebagian hadits nabawiyah menjelaskan larangan makan dan minum sambil berdiri. Sebagian hadits lain memberikan keluasan untuk makan dan minum sambil berdiri. Apakah ini berarti kita tidak boleh makan dan minum sambil berdiri? Atau kita harus makan dan minum sambil duduk? Hadits mana yang lebih baik untuk diikuti?”

Syaikh rahimahullah menjawab:

Hadits-hadits yang membicarakan masalah ini shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu melarang minum sambil berdiri, dan makan semisal itu. Ada pula hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan beliau minum sambil berdiri.  Masalah ini ada kelonggaran dan hadits yang membicarakan itu semua shahihwalhamdulillah. Sedangkan larangan yang ada menunjukkan makruh. Jika seseorang butuh makan sambil berdiri atau minum dengan berdiri, maka tidaklah masalah. Ada hadits shahih yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil duduk dan berdiri. Jadi sekali lagi jika butuh, maka tidaklah masalah makan dan minum sambil berdiri. Namun jika dilakukan sambil duduk, itu yang lebih utama.

Ada hadits yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum air zam-zam sambil berdiri. Ada pula hadits dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu yang menjelaskan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri dan duduk.

Manfaat Minum sambil duduk dari sisi kesehatan

Menyehatkan Ginjal

Kebiasaan minum sambil duduk juga akan bermanfaat dalam membantu menyehatkan ginjal. Ginjal merupakan organ yang berfungsi untuk menyaring cairan tubuh dan mengeluarkannya dalam bentuk urine. Dalam kondisi duduk air yang kita minum akan terlebih dahulu disaring melalui sfringer. Sehingga kinerja ginjal akan lebih ringan. Sebaliknya jika kita minum sambil berdiri maka sfringer tadi akan terbuka sehingga air yang diminum akan langsung masuk ke kandung kemih tanpa melalui proses penyaringan. Selain akan membuat penyerapan menjadi tidak maksimal. Kebiasaan minum sambil berdiri akan dapat merusak ginjal.

Terhindar Dari Penyakit Asam Lambung

Menurut Dr. Ana Budi Rahayu, SpS Refflux lambung dapat disebabkan salah satunya adalah dari kebiasaan minum dan makan sambil berdiri. Hal ini kemudian menyebabkan asam lambung naik ke eksofagus dan membuat kerongkongan teriritasi. Untuk mengah kondisi ini maka sebaiknya sahabat minum dan makan sambil duduk sebagaimana seperti anjuran Rasulullah SAW.

Menyehatkan Pencernaan

Rasululloh sendiri pun tak pernah mencontohkan makan dan minum sambil berdiri. Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berpendapat bahwa ,” Makan dan minum sambil duduk akan lebih sehat, lebih selamat dan klebih sopan.” pengertian dan arti kata lebih sehat jika dikupas secara lebih luas akan merujuk pada hasil riset yang tenyata hasilnya cukup mengejutkan. Minum atau makan yang dilakukan sambil duduk maka akan membuat air atau makanam tersebut sampai keusus secara perlahan.

Sebaliknya jika dilakukan sambil berdiri maka yang ada adalah air akan menabrak dinding usus secara keras. Jika kebiasaan minum sambil berdiri terus berlanjut maka bukan tidak mungkin lama kelamaan usus akan melar. Dan akibatnya adalah terjadi disfungsi saluran pencernaan. Dimana lambung akan mengalami kesulitan dalam mencerna makanan.

Menenangkan Syaraf

Dr. Ibrahim Ar-Rawi mengatakan bahwa ketika berdiri dalam keadaan tertekan dan penyeimbang syarafnya menjadi sangat aktif. Sehingga syaraf tersebut melakukan kontrol aktif terhadap seluruh organ manusia. Untuk melakukan keseimbangan dan berdiri tegak sehingga manusia tidak mendapatkan ketenangan ketika makan dan minum . Hal ini dapat di tanggulangi ketika anda melakukan makan atau minum sambil duduk. Kondisi ini akan membuat sistem syaraf menjadi rileks dan tidak tegang. Pencernaan dapat berlangsung lebih baik dan optimal.

Terhindar dari Penyakit Artritis

Artritis adalah peradangan pada satu atau lebih persendian, yang disertai dengan rasa sakit, kebengkakan, kekakuan, dan keterbatasan bergerak. Penyakit ini dapat dipicu salah satunya oleh kebiasaan minum sambil berdiri. minum air sambil berdiri bisa mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Akibatnya bisa terjadi penumpukan cairan di sendi-sendi tubuh dan menyebabkan artritis.

Memberi Efek Segar pada Tubuh

Menurut Ibnul Qoyyim ada beberapa afat (akibat buruk) bila minum sambil berdiri. Apabila minum sambil berdiri, seperti pendapat Ibnul Qoyyim, maka di samping tidak dapat memberikan kesegaran pada tubuh secara optimal juga air yang masuk kedalam tubuh akan cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Hal ini dikarenakan air yang dikonsumsi tidak tertampung di dalam maiddah (lambung) yang nantinya akan dipompa oleh jantung untuk disalurkan keseluruh organ-organ tubuh. Dengan demikian air tidak akan menyebar ke organ-organ tubuh yang lain. Padahal menurut ilmu kedokteran tujuh puluh persen dari tubuh manusia terdiri dari zat cair.

Membantu Mengencerkan Kadar Asam Tubuh Secara Optimal

Air memang sebaiknya diminum sedikit dan perlahan-lahan sambil duduk. Dengan begitu, air bisa bantu mengencerkan kadar asam di dalam tubuh yang disesuaikan dengan proporsi air yang dibutuhkan tubuh. Jadi kalau minum air sambil berdiri, maka proses pengenceran kadar asam ini bisa terganggu.

Memperkecil Resiko Heartburn dan Ulser

Minum sambil berdiri juga meningkatkan risiko terkena ulser dan heartburn. Heartburn merupakan gejala utama dari penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), yang terjadi ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan (Esofagus)

Itulah tadi manfaat minum sambil duduk dipandang dari sisi kesehatan, tidak salah jika kemudian Rasulullah menganjurkan minum sambil duduk. Padahal perkara ini telah ada sejak zaman masa kehidupan rasul saat ilmu kesehatan belum berkembang pesat seperti saat ini.

Bahkan jika dikaitkan maka tentu ini merupakan keajaiban dari ajaran islam itu sendiri. Dan menjadi kisah teladan nabi muhammad SAW , serta menjadi keutamaan cinta rasul bagi umat muslim, Jadi mulai dari sekarang sebaiknya miliki kebiasaan baik minum sambil  duduk agar kesehatan tubuh anda semakin optimal. Semoga artikel ini dapat membantu.

Wallahu a’lam bish showwab. Wallahu waliyyut taufiq fil ‘ilmi wal ‘amal.

The post Manfaat Minum Sambil Duduk Dari Sisi Kesehatan Yang Disarankan Rasulullah appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2020/11/30/manfaat-minum-sambil-duduk-dari-sisi-kesehatan-yang-disarankan-rasulullah/feed/ 0
Manfaat Sedekah Menurut Al Qur’an & Sunnah https://shahih.co/2020/11/30/manfaat-sedekah-menurut-al-quran-sunnah/ https://shahih.co/2020/11/30/manfaat-sedekah-menurut-al-quran-sunnah/#respond Mon, 30 Nov 2020 11:56:38 +0000 https://shahih.co/?p=5105 Pengertian Sedekah Sedekah adalah istilah serapan dari bahasa Arab (Shadaqoh) yang mengandung arti pemberian dari seorang Muslim kepada orang lain dengan tujuan mendapatkan pahala dari Allah swt. Pemberian itu bisa berupa

The post Manfaat Sedekah Menurut Al Qur’an & Sunnah appeared first on Shahih.

]]>
Pengertian Sedekah

Sedekah adalah istilah serapan dari bahasa Arab (Shadaqoh) yang mengandung arti pemberian dari seorang Muslim kepada orang lain dengan tujuan mendapatkan pahala dari Allah swt. Pemberian itu bisa berupa barang, jasa atau berkaitan dengan suatu aktivitas manusia untuk manusia lain.

Sedekah juga merupakan amal shaleh yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dimana orang yang bersedekah akan dibalas dengan balasan yang tak ternilai disisi Allah SWT. Kadangkala balasan itu sama dengan, atau melebihi sedekah yang kita berikan kepada orang lain. Tetapi tidak sedikit pula balasan sedekah itu hanya berupa pahala dari Allah SWT saja.

Allah SWT menyampaikan beberapa keutamaan sedekah melalui firman-Nya dan hadist Rasulullah SAW. Tujuan Allah menyampaikan  keutamaan sedekah ini adalah untuk memotivasi kaum Muslim agar gemar bersedekah. Bisa kita bayangkan, jika seluruh kaum Muslim rajin bersedekah, sungguh akan banyak manusia yang merasakan manfaatnya.

Begitu banyak balasan yang Allah berikan bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut ini akan dijelaskan keutamaan-keutamaan bersedekah.

Orang-orang yang bersedekah akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱلْمُصَّدِّقِينَ وَٱلْمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقْرَضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“. (QS. Al-Hadid: 18)

dalam surah yang lain Allah berfirman:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrahNya) lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Baqoroh: 261)

Sedekah dapat menghapuskan dosa-dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar.

Sedekah dapat memisahkan diri dari neraka

Nabi SAW bersabda:

فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Jagalah diri kalian dari neraka meskipun hanya dengan sedekah setengah biji kurma. Barangsiapa yang tak mendapatkannya, maka ucapkanlah perkataan yang baik.” (HR. Bukhari no. 1413, 3595 dan Muslim no. 1016).

Orang yang bersedekah akan mendapat naungan pada hari akhir

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:

رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

Sedekah menjadi bukti keimanan seseorang

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

والصدقة برهان

“Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim no.223)

An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)”

Sedekah dapat membebaskan dari siksa kubur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‏إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

Demikianlah beberapa manfaat dari sedekah menurut alquran dan sunnah yang bisa kami sampaikan, semoga uraian ini bisa bermanfaat khususnya bagi kami dan bagi anda sekalian

Subhanallah…

Ayo jangan tunda lagi…

Baca juga: Tiga Followers Setia Yang Mengikuti Mayit

The post Manfaat Sedekah Menurut Al Qur’an & Sunnah appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2020/11/30/manfaat-sedekah-menurut-al-quran-sunnah/feed/ 0
Sabar Dalam Islam https://shahih.co/2020/11/15/sabar-dalam-islam/ https://shahih.co/2020/11/15/sabar-dalam-islam/#respond Sun, 15 Nov 2020 07:52:12 +0000 https://shahih.co/?p=5087 Sabar merupakan suatu sikap menahan diri dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar membentuk kemampuan pengendalian diri sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.

The post Sabar Dalam Islam appeared first on Shahih.

]]>
Sabar merupakan suatu sikap menahan diri dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar membentuk kemampuan pengendalian diri sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya.

Sabar dalam agama Islam memiliki keutamaan dan manfaat yang sangat besar. Karena di dalam dalil tentang sabar merupakan salah satu perilaku mulia yang sangat perlu untuk dilakukan oleh seluruh umat.

Ingatlah bagaimana kisah Bilal bin Rabah radhiyallahu ‘anhu yang tetap berpegang teguh dengan Islam meskipun harus merasakan siksaan ditindih batu besar oleh majikannya di atas padang pasir yang panas. Ingatlah bagaimana siksaan tidak berperikemanusiaan yang dialami oleh Ammar bin Yasir dan keluarganya. Ibunya Sumayyah disiksa dengan cara yang sangat keji sehingga mati sebagai muslimah pertama yang syahid di jalan Allah.

Lihatlah keteguhan Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu yang dipaksa oleh ibunya untuk meninggalkan Islam sampai-sampai ibunya bersumpah mogok makan dan minum bahkan tidak mau mengajaknya bicara sampai mati. Namun dengan tegas Sa’ad bin Abi Waqqash mengatakan, “Wahai Ibu, demi Allah, andaikata ibu memiliki seratus nyawa kemudian satu persatu keluar, sedetikpun ananda tidak akan meninggalkan agama ini…”. Inilah akidah, inilah kekuatan iman, yang sanggup bertahan dan kokoh menjulang walaupun diterpa oleh berbagai badai dan topan kehidupan.

Ketahuilah sesungguhnya cobaan yang menimpa kita pada hari ini, baik yang berupa kehilangan harta, kehilangan jiwa dari saudara yang tercinta, kehilangan tempat tinggal atau kekurangan bahan makanan, itu semua jauh lebih ringan daripada cobaan yang dialami oleh salafush shalih dan para ulama pembela dakwah tauhid di masa silam.

Mereka disakiti, diperangi, didustakan, dituduh yang bukan-bukan, bahkan ada juga yang dikucilkan. Ada yang tertimpa kemiskinan harta, bahkan ada juga yang sampai meninggal di dalam penjara, namun sama sekali itu semua tidaklah menggoyahkan pilar keimanan mereka.

Lihat video: Sabar Tiada Batas

Dalil Tentang Sabar

Dalam Al Quran banyak sekali Allah mengingatkan dan membicarakan tentang kesabaran. Ayat-ayat Al Quran tentang kesabaran tersebar dalam berbagai surat dan disebutkan dalam berbagai konteks. Berikut ini beberapa ayat mengenai sabar yang bisa dijadikan sebagai bahan kajian dan renungan, diantaranya.

Fiman Allah dalam Al Quran:

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal : 46)

Allah Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Ali ‘Imran:200)

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ

Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Asy-Syuraa:43)

Allah Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153)

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ ٱلْمُجَٰهِدِينَ مِنكُمْ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَنَبْلُوَا۟ أَخْبَارَكُمْ

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian…” (Muhammad:31)

Masih banyak ayat-ayat Al Quran yang berisi perintah untuk bersabar serta menjelaskan keutamaan sabar. di dalam hadits pun tercantum riwayat mengenai kesabaran.

Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian itu sebagian dari iman, dan kalimat alhamdulillah memenuhi timbangan. Kalimat subhanallah dan alhamdulillah memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu bukti, sabar itu cerminan, Al-Qur’an itu hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap manusia bekerja. Ada yang menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya, dan ada pula yang menghancurkan dirinya.” (HR. Muslim)

Demikianlah sedikit informasi yang bisa kami berikan mengenai makna dari kata “Sabar” dan semoga ini bisa menjadi dakwah bagi kami dan anda semuanya

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.” (HR. Bukhari no. 3461)

The post Sabar Dalam Islam appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2020/11/15/sabar-dalam-islam/feed/ 0
Tidak Semua Orang Punya Gaji Tapi Setiap Mahluk Punya Jatah Rezeki https://shahih.co/2020/11/13/tidak-semua-orang-punya-gaji-tapi-setiap-mahluk-punya-jatah-rezeki/ https://shahih.co/2020/11/13/tidak-semua-orang-punya-gaji-tapi-setiap-mahluk-punya-jatah-rezeki/#respond Fri, 13 Nov 2020 08:35:35 +0000 https://shahih.co/?p=5061 Allah SWT sudah menjamin rezeki setiap makhluk ciptaan-Nya. Tidak hanya manusia, Allah juga menjamin rezeki hewan dan tumbuhan. Hal ini tercantum di dalam Al Quran وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ

The post Tidak Semua Orang Punya Gaji Tapi Setiap Mahluk Punya Jatah Rezeki appeared first on Shahih.

]]>
Allah SWT sudah menjamin rezeki setiap makhluk ciptaan-Nya. Tidak hanya manusia, Allah juga menjamin rezeki hewan dan tumbuhan. Hal ini tercantum di dalam Al Quran

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

” Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. [Hud 11]: 6)

Dengan kata lain, rezeki seorang hamba tidak dipengaruhi oleh pendidikan ataupun kecerdasannya. Karena, rezeki setiap makhluk semua sudah diatur oleh Allah dan datangnya bisa dari arah manapun yang tidak disangka sebelumnya.

Rezeki Allah untuk makhluk-Nya pun amatlah luas. Jadi tak ada alasan bagi seorang hamba untuk iri terhadap rezeki orang lain.

~ By Pencari Rezeki
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَمَن يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

” Katakanlah (Muhammad), Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab, Allah. Maka katakanlah, Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10]: 31)

Meski rezeki sudah diatur dan dijamin oleh Allah, bukan berarti manusia cukup diam saja menunggu datangnya rezeki. Rezeki harus dijemput dan diupayakan.

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

” Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah [9]: 105)

Jadi, janganlah pernah malas untuk terus berusaha dalam menjemput rezeki Allah. Sebab, Allah senantiasa melihat usaha dan upaya kita dalam menjemput rezeki dari-Nya.

Semoga bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. 

Lihat video: Menjemput Rizki

The post Tidak Semua Orang Punya Gaji Tapi Setiap Mahluk Punya Jatah Rezeki appeared first on Shahih.

]]>
https://shahih.co/2020/11/13/tidak-semua-orang-punya-gaji-tapi-setiap-mahluk-punya-jatah-rezeki/feed/ 0