Bismillah.

0
Amalan, Aqidah

Antara Angan dan Harapan

Pada masa Rasulullah ﷺ, antara kaum Muslimin dan ahlil kitab pernah terjadi saling membanggakan diri. 

Ahlil Kitab berkata “Nabi kami datang sebelum Nabi kalian, dan kitab kami diturunkan sebelum kitab kalian”. Kaum Muslimin berkata “Nabi kami adalah pamungkas para Nabi, dan kitab kami menghapuskan kita terdahulu”.

Lalu diturunkan kepada Rasulullah ﷺ satu ayat dalam Al-Quran;

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ ۗ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.

An-Nisa Ayat 123

Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk tidak terbuai oleh mimpi-mimpi indah atau angan-angan kosong, angan-angan adalah ilusi atau khayalan dan merupakan salah satu alat atau perangkat yang digunakan setan untuk menyesatkan umat manusia. 

Sebagaimana dalam firman Allah

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.

An-Nisa Ayat 119

Merunut para ahli tafsir, angan-angan itu tercela dan dikecam oleh agama karena menimbulkan dua keburukan yaitu sifat loba atau tamak dan sifat ingin kekal didunia.

Karena sifat loba, seorang bisa menghalalkan segala ambisi untuk menggapai keinginannya, karena merasa kekal didunia seseorang bisa lupa diri dan tidak perlu bertaubat serta tidak akan berpengaruh baginya petuah ataupun nasihat.

Lain angan-angan lain pula dengan harapan, harapan adalah sikap optimisme menunggu datangnya sesuatu yang dicintai, harapan dibedakan dengan angan-angan dari 4 (empat) aspek:

  1. Harapan menunjuk kepada sesuatu yang mungkin dan bisa terjadi.
  2. Terlihat dengan jelas sebab dan cara-cara bagaimana harapan itu bisa digapai.
  3. Harapan menimbulkan dorongan dan motivasi kerja yang kuat.
  4. Harapan menimbulkan dinamika dan produktivitas dalam hidup, baik dalam berpikir maupun bertindak.

Tanpa memenuhi empat kriteria ini segala bentuk keinginan tidak dapat dinamakan harapan, tetapi lebih tepat dinamakan angan-angan atau khayalan.

Menunjuk pada kriteria tersebut, orang yang menanam benih iman dalam hatinya lantas menyiram dengan air ketaatan, membersihkan diri dari berbagai prilaku tercela serta bersikap konsisten dalam kebaikan, lalu berharap kepada Allah agar ia kelak mendapat rahmat dan pengampunan dari-Nya, maka harapan orang tersebut sungguh merupakan harapan yang terpuji.

Harapan itu bagai lampu, yang membuat kita bisa melihat apa yang ada di depan. Tapi apakah kita sampai atau tidak ke depan, itu tergantung kita mau berjalan atau tidak.

Ust. Acmad Yaman Lc, MA

Sebaliknya orang yang membenamkan diri dalam dosa dan maksiat kepada Allah, tetapi ia berharap memperoleh surga, maka harapannya tentu tertolak.

Rasulullah ﷺ pernah menyebut orang yang berbuat demikian sebagai orang yang bermental kerdil, sabda beliau orang kerdil lagi bodoh adalah orang yang mengikuti dorongan hawa nafsunya tetapi Ia mengharapkan surga dari Allah. 

Jadi kita harus dapat memilih dan memilah mana angan-angan mana harapan. Lalu harapan kalian apa? sebutkan di kolom komentar dibawah ya.

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ 

anganharapan

Ustadz Achmad Yaman Lc, MA
Ustadz Achmad Yaman Lc, MA

Ustadz kelahiran 22 May 1981 sudah menikah dan dikaruniai 4 orang anak, pernah mengecap pendidikan di Pesantren Persatuan Islam (Persis 04) dan kemudian melanjutkan pendidikan di Al Azhar University, Cairo - Mesir dan mengambil program S2 di Universiti Kebangsaan Malaysia tahun 2009 Saat ini aktif sebagai dosen dan mengajar di Ma'had al-Hikmah, Mampang Jakarta Selatan dan Pengasuh Markaz al-Quran Ubay bin Ka'ab Garut, serta aktif memberikan ceramah di Masjid dan Renungan Pagi di Sosial Media seperti Youtube, Facebook dan Instagram

1 Comment
  • Harapan Kita
    4:59 PM, 11 January 2021

    Harapan :
    Muda Foya foya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from Youtube
Vimeo
Consent to display content from Vimeo
Google Maps
Consent to display content from Google
Spotify
Consent to display content from Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from Sound
Cart Overview