Bismillah.

0
Adab

Menanam Kebaikan, Terus Di Pupuk Dan Disiram

Kita pasti pernah mendengar peribahasa ini, “Siapa yang menanam, Dia yang akan menuai.” Maksudnya, jika seseorang menanam kebaikan, maka ia akan menuai kebaikan pula. Dan jika seseorang menanam kejelekan, maka ia akan menuai hasil yang jelek pula.

Allâh Azza wa Jalla menjadikan dunia sebagai ladang akhirat. Memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menggunakan dunia sebagai ladang pribadinya, menanam apa saja di sana kemudian memanennya di dunia dan akhirat apa yang telah ditanam sebelumnya.

Jika menanam hal-hal yang buruk, maka hasilnya pun seperti itu juga. Namun, apabila yang ditanam adalah kebaikan, maka akan menghasilkan buah-buah yang baik lagi bermanfaat.

Demikianlah, balasan orang sesuai dengan apa yang ia kerjakan di dunia yang lazim disebut al-jazâ min jinsil ‘amal. Sebagaimana hasil panen buah-buahan sesuai dengan kualitas biji dan pohon yang ditanam.

Pahala dan hukuman di akhirat berdasarkan amalan-amalan yang diperbuat oleh manusia di dunia ini. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya Allâh tidak Menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allâh akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar

An-Nisâ/4:40

Allâh Azza wa Jalla tidak akan pernah menzhalimi seseorang pun. Semua amalan bani Adam di dunia akan diperhitungkan dan dibalas pada hari Kiamat. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ﴿٧﴾وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.

Az-Zalzalah/99:7-8

Menanam Kebaikan Berbuah Kemuliaan

Lihat produk ini

Menanam kebaikan akan berbuah dengan hasil memanen kemuliaan hidup. Orang yang mulia dalam hidupnya adalah orang yang banyak berbuat baik dan mereka banyak melakukan amal pahala kebaikan.

Kemuliaan diri terpulang dari bagaimana sikap yang kita tunjukkan dalam hidup. Apabila kita menjadi seorang yang baik, maka sudah wajar jika kita akan disenangi banyak orang, kemuliaan akan terpancar karena banyak melakukan amal shaleh dan ibadah, baik ibadah fardhu kepada Allah, ibadah sunnah maupun berbagai bentuk ibadah sosial di tengah masyarakat.

Bersemangatlah dalam menanam kebaikan

Jadi ingatlah, setiap yang kita tanam, baik kebaikan maupun kejelekan, pasti kita akan menuai hasilnya. Oleh karenanya, bersemangatlah dalam menanam kebaikan dan janganlah pernah mau menanam kejelekan.

Para ulama seringkali mengutarakan, “Balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya. Sedangkan balasan dari kejelekan adalah kejelekan setelahnya.”

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from Youtube
Vimeo
Consent to display content from Vimeo
Google Maps
Consent to display content from Google
Spotify
Consent to display content from Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from Sound
Cart Overview